TANGERANG, suarapembaharuan.com – GenIUS Expo (GExpo) 2026 menjadi panggung bagi ratusan pelajar dari Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitas mereka dalam menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ajang yang berlangsung pada 8-12 Juni 2026 di Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS), Karawaci, Kabupaten Tangerang, ini menampilkan 149 karya penelitian dari total 449 peserta didik yang berasal dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia.
Penyelenggaraan GExpo tahun ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Ribka, pembangunan infrastruktur yang masif tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia yang memanfaatkannya. Karena itu, pendidikan menjadi instrumen paling penting dalam menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
“Tidak ada cara lain yang bisa buat sumber daya manusia itu bangkit, hanya dengan pendidikan,” ujar Ribka saat menghadiri GExpo 2026 di Ballroom Sekolah GenIUS, Rabu (10/6/2026).
Ia mengapresiasi kontribusi Sekolah GenIUS yang selama lebih dari satu dekade telah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua. Menurutnya, program pendidikan berbasis riset yang diterapkan sekolah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan kualitas SDM sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Ribka mengaku terkesan dengan berbagai hasil penelitian dan inovasi yang dipamerkan para siswa. Ia menilai pendekatan pembelajaran berbasis data dan riset yang diterapkan GenIUS telah membentuk pola pikir kritis sekaligus kemampuan problem solving yang sangat dibutuhkan pada masa depan.
“Bagaimana menyiapkan sumber daya manusia untuk mencapai 2045 Indonesia Emas. Aspek SDM menjadi prioritas pertama untuk membangun Indonesia menjadi sebuah negara maju dan berkembang,” katanya.
Perhatian khusus juga diberikan Ribka terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda Papua. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan yang baik terbukti mampu mengubah cara pandang, kepercayaan diri, serta masa depan anak-anak Papua.
Ia mengaku melihat langsung perubahan yang dialami para siswa setelah memperoleh akses pendidikan yang memadai. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar semakin banyak anak Papua dapat mengakses pendidikan berkualitas.
“Kami harapkan para gubernur dan bupati terus memberikan dukungan dan mudah-mudahan masih banyak lagi anak-anak Papua yang bisa bersekolah di sini, supaya disiapkan karena benar-benar kita ingin mendapatkan sebuah perubahan,” tegasnya.
Memasuki penyelenggaraan yang kedelapan, GExpo telah berkembang menjadi wadah bagi para peserta didik untuk mempresentasikan hasil penelitian, inovasi, dan gagasan yang lahir dari berbagai persoalan maupun potensi daerah asal mereka.
Beragam tema penelitian yang dipamerkan mencerminkan kedekatan para siswa dengan realitas masyarakat di daerah masing-masing. Mulai dari kesehatan, energi terbarukan, lingkungan hidup, ekonomi daerah, teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi fokus kajian yang diangkat.
Salah satu penelitian yang menarik perhatian datang dari Jerekia Bagau, siswa asal Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Ia meneliti kandungan kafein Kopi Arabika Menebega untuk menghadirkan data ilmiah yang dapat mendukung daya saing kopi lokal sekaligus memperkaya informasi mengenai kualitas komoditas unggulan daerah tersebut.
Di bidang kesehatan, Nikson Oropka dari Kabupaten Pegunungan Bintang bersama Arenst Kafiar dari Kabupaten Boven Digoel dan Linus Walam dari Kabupaten Pegunungan Bintang meneliti kandungan senyawa aktif tanaman Tali Kuning (Arcangelisia flava), tanaman obat tradisional yang banyak ditemukan di Papua.
Penelitian tersebut berupaya mengidentifikasi potensi tanaman lokal sebagai bahan alami untuk penanganan malaria. Kajian ini menjadi contoh bagaimana pendidikan berbasis riset mampu mendorong generasi muda menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah asal mereka.
Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh Arsi Rosita Lorensi Sofianti dari Kabupaten Boven Digoel melalui pengembangan alat pencacah dan pengaduk sampah organik skala mini. Alat tersebut dirancang untuk membantu pengolahan limbah organik asrama menjadi kompos yang lebih bermanfaat.
Inovasi lain datang dari Henry Gabriel Modouw dan Gerald Christopher Andrey Asya Awi, keduanya berasal dari Kota Jayapura. Mereka meneliti pemanfaatan limbah kulit buah matoa sebagai sumber energi terbarukan melalui sistem termoelektrik generator.
Penelitian tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah organik yang selama ini belum banyak digunakan, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal Papua.
Dari sektor ekonomi, Hucein Jultikara Rumonin asal Kota Ambon melakukan penelitian mengenai sektor-sektor unggulan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kajian itu bertujuan memetakan peluang pengembangan ekonomi yang dapat memperkuat pertumbuhan kawasan timur Indonesia.
Melalui ratusan penelitian yang dipamerkan, GExpo 2026 menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia Timur memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Berbagai karya yang ditampilkan tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Sekolah GenIUS sendiri merupakan sekolah berbasis riset yang telah mendampingi peserta didik dari berbagai wilayah Indonesia Timur selama lebih dari 12 tahun. Hingga kini, sekolah tersebut telah melahirkan ratusan alumni yang berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri melalui program beasiswa penuh.
GExpo 2026 menjadi bukti bahwa ketika akses pendidikan berkualitas diberikan secara merata, talenta-talenta muda dari daerah dapat tumbuh menjadi generasi inovatif yang siap mengambil peran dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.
Kategori : News
Editor : AHS



Posting Komentar