GSI Diluncurkan, Sinergi Sepak Bola dan Energi Kebut Target Raja Panas Bumi Dunia

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Sebuah terobosan baru yang memadukan industri olahraga dan sektor energi bersih resmi diperkenalkan ke publik. Komunitas Geothermal Soccer Indonesia (GSI) resmi diluncurkan di Jakarta pada Jumat (26/6/2026). Menggunakan sepak bola sebagai motor penggerak utama, GSI siap mengedukasi masyarakat sekaligus menjaring talenta muda di sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP).



Langkah edukatif ini digulirkan untuk mendukung target besar "Geothermal 30.1". Melalui tagline tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Indonesia menjadi yang terbesar di dunia pada tahun 2030, melampaui Amerika Serikat. Saat ini, Indonesia menguasai sekitar 24 Gigawatt (GW) atau setara 40 persen potensi panas bumi global, namun pemanfaatannya baru mencapai 11 persen.


Redam Isu Sosial Lewat Lapangan Hijau


Ketua GSI, Carson Hakama, menjelaskan bahwa sepak bola dipilih karena sifatnya yang universal dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Olahraga ini dinilai efektif untuk menyosialisasikan potensi besar geothermal serta meredam isu sosial yang kerap muncul di sekitar wilayah proyek penambangan.


"Sepak bola adalah olahraga rakyat yang sangat digemari oleh berbagai usia dan kalangan. Melalui medium yang inklusif ini, kami ingin menyatukan semua pihak sehingga target Indonesia menjadi raja geothermal dunia pada tahun 2030 dapat tercapai," ujar Carson di sela-sela peluncuran GSI di Ritz Carlton Hotel Jakarta.



Sebagai langkah konkret, GSI siap memutar Geothermal League 2026 pada Juli hingga Agustus mendatang. Kompetisi antar-korporasi ini diikuti oleh 36 tim stakeholder panas bumi, meningkat dari tahun lalu yang hanya 28 tim.


"Pemainnya merupakan karyawan instansi terkait, dan kami memperbolehkan pekerja asing (WNA) untuk ikut bertanding. Tujuannya agar potensi industri panas bumi Indonesia semakin dikenal luas di kancah internasional," tambahnya.


Turnamen U-14 dan Berburu Bakat di Daerah Terpencil


Selain liga korporasi, GSI berkomitmen pada pembinaan usia dini dengan menggelar Turnamen U-14 antar-SMP pada Oktober 2026. Kompetisi ini akan menyasar sekolah-sekolah di wilayah remote yang dekat dengan ladang panas bumi.



"Kami ingin menghidupkan kembali turnamen antar-sekolah legendaris yang kini mulai jarang. Pemain terbaik nantinya berpeluang mendapatkan beasiswa jalur prestasi ke sekolah favorit," ungkap Carson.


GSI juga menggandeng klub Liga 1, Persita Tangerang, sebagai mitra strategis sekaligus pilot project klub sepak bola nasional yang peduli isu lingkungan. Presiden Klub Persita, Ahmed Zaki Iskandar, menyambut baik sinergi ini karena mayoritas ladang industri geothermal berada di pelosok daerah.


"Banyak lokasi lapangan geothermal berada di area terpencil. Namun, di sanalah sering kali tersimpan bibit-bibit unggul sepak bola Indonesia, seperti sejarah sukses kami menemukan Firman Utina dan Ilham Jaya Kesuma. Melalui akademi dan program boarding school Persita, kami ingin mengembangkan potensi ini bersama GSI," kata Zaki.



Dukungan Penuh Lintas Sektoral


Guna mematangkan program jangka panjang sepanjang tahun 2026 yang mencakup Geothermal World Cup, Geothermal Goes to School, hingga Geothermal Podcast rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) juga disiapkan antara Ditjen EBTKE Kementerian ESDM dan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora.


Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa edukasi publik memegang peranan penting dalam akselerasi energi baru terbarukan (EBT) menuju target Net Zero Emission.


"Pengembangan panas bumi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui Geothermal Soccer Indonesia, kami berharap lahir pendekatan baru yang lebih humanis dan dekat dengan warga, sehingga pemahaman terhadap manfaat nyata panas bumi semakin meningkat," jelas Eniya.


Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Suyadi Pawiro, menilai kolaborasi ini sebagai inovasi pembentukan karakter generasi muda yang sangat relevan.


“Olahraga tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membangun kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian terhadap isu pembangunan seperti energi bersih," tutur Suyadi.


Dari sisi pelaku industri, Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menambahkan bahwa GSI menjadi ruang baru yang efektif untuk menghapus sekat komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.


Dukungan kuat juga datang dari PT PLN (Persero) selaku offtaker utama. Direktur Manajemen Proyek dan EBT PT PLN, Suroso, mengakui tantangan sosial di lapangan masih cukup besar, dan pendekatan lewat sepak bola merupakan solusi yang brilian.


"Panas bumi merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden untuk kemandirian energi nasional. Edukasi melalui sepak bola ini adalah ide cerdas untuk menyatukan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ketika pengusaha dan masyarakat bersinergi, pengembangan energi bersih di Indonesia dipastikan bisa berjalan jauh lebih cepat," pungkas Suroso.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama