JAM Coin Resmi Meluncur, Integrasikan Aset Digital dengan Ekonomi Riil

SERANG, suarapembaharuan.com – JAM Coin resmi diluncurkan kepada publik melalui acara bertajuk Just A Move Begins di Hotel Aston Serang, Banten, Rabu (10/6/2026). Peluncuran ini dilakukan hanya sehari setelah JAM Coin disetujui masuk dalam Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) Bursa berdasarkan keputusan Direksi Bursa dan Komite Bursa.



Sebagai utility token, JAM Coin dirancang untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil, sekaligus menjadi alat transaksi dalam berbagai layanan premium di dalam ekosistem JAM.


CEO JAM, Andre Arthur, menegaskan bahwa JAM Coin tidak sekadar menjadi aset digital untuk diperdagangkan, melainkan memiliki fungsi nyata dalam kehidupan sehari-hari.


“Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi. Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” ujar Andre kepada wartawan usai peluncuran.



Menurut Andre, fondasi ekosistem JAM Coin didukung oleh integrasi berbagai unit usaha. Hal ini diharapkan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.


Didukung Industri Kripto Nasional Kehadiran JAM Coin mendapat sambutan positif dari para pelaku industri aset digital nasional, salah satunya Mobee Exchange yang bertindak sebagai mitra perdagangan resmi.


Head of Business Development Mobee Exchange, Hery Hermawan, mengungkapkan bahwa pertumbuhan investor kripto di Indonesia yang kini mencapai sekitar 21 juta orang bahkan melampaui jumlah investor pasar saham. menjadi peluang besar bagi utility token.



"Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem,” kata Hery.


Hery menambahkan, investor generasi sekarang tidak lagi melihat aset digital murni sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem transaksi yang memberikan nilai tambah harian.


Senada dengan Hery, Vice President GudangKripto, Alexander Pattiasina, menilai JAM Coin memiliki keunggulan kompetitif karena dibangun di atas model bisnis dan fundamental yang jelas.



"Investor tentu melihat potensi keuntungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah adanya fundamental yang kuat dan arah pengembangan yang terukur. JAM Coin dibangun di atas fondasi bisnis yang nyata sehingga memiliki prospek yang dapat dipahami oleh masyarakat maupun investor,” jelas Alexander.


Dorong Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan


Selain fokus pada teknologi, JAM Coin juga membidik sektor ekonomi produktif melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi lewat jaringan JAM Center Indonesia. Penggagas sekaligus Komisaris JAM Coin, Johan Aripin Muba, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjembatani teknologi digital dengan penguatan ekonomi di tingkat pedesaan.


“JAM Coin dirancang untuk tumbuh seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin besar produktivitas yang tercipta di dalam ekosistem, semakin besar pula nilai yang dapat dibangun bersama. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penciptaan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” kata Johan, yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar Apdesi Merah Putih.


Lebih lanjut, Johan yang juga merupakan Ketua Harian Perbakin Provinsi Banten ini memaparkan bahwa koperasi berbasis desa tersebut akan diarahkan untuk menyokong sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional.


“JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif, mulai dari penyediaan sarana peternakan hingga penguatan rantai distribusi hasil produksi. Harapannya, program ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.


Johan optimistis bahwa masa depan aset digital akan sangat ditentukan oleh seberapa besar manfaat konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sektor riil.


“Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat. JAM Coin hadir sebagai bagian dari transformasi tersebut dengan menghadirkan teknologi yang dekat dengan kebutuhan rakyat serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Johan.


Melalui pendekatan inklusif dan produktif ini, peluncuran JAM Coin diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi blockchain yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan ekonomi riil masyarakat Indonesia.


Kategori : News


Editor     : AHS

3 Komentar

  1. Cara Mengajukan Reschedule Tiket pesawat di Agoda : hubungi WhatsApp +62821-7590-686 Untuk Reschedule Tiket Agoda paling mudah dilakukan melalui WhatsApp/Telpon resmi di +62821-7590-686 .. (24 jam). Siapkan kode booking (PNR) dan data penumpang ...

    BalasHapus
  2. Berikut Cara Bagaimana Reschedule Tiket pesawat di Agoda : hubungi WhatsApp +62821-7590-686 Untuk Reschedule Tiket Agoda paling mudah dilakukan melalui WhatsApp/Telpon resmi di +62821-7590-686 .. (24 jam). Siapkan kode booking (PNR) dan data penumpang ...

    BalasHapus
  3. Untuk melakukan reschedule, silahkan hubungi Number Agoda dinomor WhatsApp 08136000460 atau hubungi Agoda Customer Service dihotline ...

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama