YOGYAKARTA, suarapembaharuan.com – SD Eksperimental Mangunan Go Yogyakarta menggelar Festival Literasi dan Kreasi sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil belajar siswa selama satu tahun ajaran. Mengusung tema lingkungan "Bergerak Bersama, Satukan Hati, Pulihkan Bumi", festival ini juga menjadi sarana promosi sekolah sekaligus penggalangan dana.
Acara tahunan ini dirancang untuk melatih anak-anak mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, serta belajar berkomunikasi dan berkolaborasi sejak dini.
Kepala Sekolah SD Eksperimental Mangunan Go, M. Gita Setyandari Pertiwi, mengatakan festival ini merupakan ruang kolaborasi yang melibatkan seluruh ekosistem sekolah.
"Festival ini menjadi sebuah perayaan bagi anak, guru dan orang tua. Yang dirayakan adalah proses belajar anak-anak, proses guru dan orang tua mendampingi. Perayaan ini menjadi sebuah apresiasi berkembangnya Eksplorasi, Kreasi, dan Integral bagi komunitas pembelajaran SD Eksperimental Mangunan Go," ujar Gita di Yogyakarta Kamis (4/6/2026).
Suguhkan Presentasi Proyek hingga Pentas Seni
Rangkaian acara ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari murid, orang tua, guru, Yayasan Dinamika Edukasi Dasar, lembaga pendidikan di Kemantren Jetis, hingga pengawas pendidikan.
Festival ini dibagi menjadi dua agenda utama. Agenda pertama dibuka pada Kamis (4/6/2026) yang diisi dengan presentasi proyek hasil belajar para siswa di lingkungan sekolah. Sementara itu, puncak acara akan digelar pada Sabtu (6/6/2026) mendatang di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta.
Pada puncak acara nanti, para pengunjung akan disuguhkan pameran karya anak serta berbagai pementasan seni, mulai dari drumband, teater, tari, karawitan, hingga penampilan band anak.
Padukan Karawitan dan Band Bertema Lingkungan
Keceriaan anak-anak dengan pesan pelestarian lingkungan akan terasa kuat sepanjang acara di Gedung PDIN. Saat tiba di lokasi, pengunjung langsung disambut oleh pementasan drumband di area alun-alun gedung.
Selanjutnya, pengunjung diarahkan masuk ke area pameran lukisan dan karya anak. Suasana pameran dipastikan akan terasa syahdu karena diiringi langsung oleh musik gamelan yang dimainkan oleh murid kelas 3 SD Eksperimental Mangunan Go.
Tidak hanya sampai di situ, festival ini juga menyajikan kolaborasi unik antara musik tradisional dan modern. Pengunjung akan diajak menyaksikan pertunjukan musik kolaborasi antara karawitan dan band, yang kemudian ditutup dengan pementasan teater dan tari yang atraktif dari para siswa.
Kategori : News
Editor : AHS




Posting Komentar