ATRI: Percepat Digitalisasi UMKM dan Perkuat Ekonomi Digital Nasional

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Asosiasi Teknologi Ritel Indonesia (ATRI) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) perdana di Smesco Startup Hub, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Mengusung tema "Satu Arah untuk Indonesia Hebat", perhelatan ini menegaskan posisi ATRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat digitalisasi UMKM dan memperkuat ekonomi digital nasional melalui pemanfaatan big data.



Sebagai badan tata kelola industri yang independen dan non-komersial, ATRI kini menaungi para pelaku teknologi ritel dan penyedia sistem Point of Sales (POS). Saat ini, ATRI merepresentasikan lebih dari 200.000 merchant yang mencerminkan ekosistem digital dari hampir setengah juta UMKM di seluruh Indonesia.


Ketua Umum ATRI, Novendy Chen, menegaskan bahwa asosiasi ini didirikan sebagai rumah bersama untuk memperkuat sinergi, merancang standarisasi interoperabilitas industri, serta menjadi wadah aspirasi yang konstruktif bagi ekosistem ritel.


"ATRI hadir bukan sebagai pelaku bisnis, melainkan sebagai infrastruktur tata kelola industri teknologi ritel Indonesia. Melalui Munas I ini, kami menegaskan legitimasi kelembagaan ATRI dan komitmen kami untuk membangun standar, kepercayaan, serta kolaborasi jangka panjang yang selaras dengan kepentingan nasional," ujar Novendy Chen.



Untuk mendukung penetrasi ekonomi digital yang merata, Novendy menyatakan ATRI segera merilis white paper (buku putih) berbasis agregasi data riil. Basis data konkret (big data) ini akan memuat pemetaan geografis, nilai valuasi, hingga tren transaksi UMKM, yang dapat dimanfaatkan sebagai data pembanding bagi Badan Pusat Statistik (BPS).


"Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah yang bertanggung jawab dengan membawa data riil. Dengan agregasi data ini, kita bisa melihat perilaku UMKM yang sudah siap digital, tantangan mereka, sekaligus menjadi data pembanding bagi BPS. Ini akan membantu penetrasi digitalisasi di  daerah terpencil (tier 3 dan tier 4) yang selama ini kurang terjangkau karena masih terkonsentrasi atau sentralisasi di Pulau Jawa," tegas Novendy.


Dukungan Kemenekraf dan Pemanfaatan Big Data


Langkah strategis ATRI ini disambut baik oleh pemerintah. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), M. Neil El Hilman, mengapresiasi terbentuknya wadah tunggal bagi para pegiat teknologi ritel yang berada di bawah binaan subsektor aplikasi dan teknologi Kemenekraf.



Neil mengungkapkan bahwa saat ini digitalisasi pada platform teknologi ritel baru mencakup sekitar 1 persen pelaku usaha. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat angka tersebut demi mempermudah pemantauan dan pengembangan ekonomi nasional yang transparan serta akuntabel.


"Dengan big data, analitik, dan AI dari platform ATRI, pemerintah bisa mengetahui tren produk yang laku dan lebih cepat mengintervensi UMKM saat terjadi penurunan penjualan. Ini juga sangat sejalan dengan Asta Cita Presiden, di mana kami sedang mengembangkan pendanaan berbasis kekayaan intelektual (IP) untuk sektor fashion, kriya, dan kuliner. Kami butuh data ATRI untuk mengetahui valuasi riil IP tersebut di pasar," ungkap M. Neil El Hilman.


Lebih lanjut, Neil menjelaskan bahwa data transaksi agregat dari ATRI akan sangat membantu program prioritas pemerintah yang selaras dengan Asta Cita Presiden, salah satunya pengembangan Kur Pendanaan Berbasis Kekayaan Intelektual (IP).


"Kami sedang mengembangkan pendanaan berbasis kekayaan intelektual untuk sektor ekraf seperti fashion, kriya, dan kuliner. Kami membutuhkan kerja sama ATRI untuk melihat seberapa bernilai IP tersebut berdasarkan data transaksi riil di platform mereka. Data ini penting agar intervensi kebijakan dan dorongan dari pemerintah tepat sasaran," pungkas Neil.


Selain Kemenekraf, perhelatan Munas I ATRI ini juga dihadiri dan didukung penuh oleh perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian UMKM, yang memperkuat legitimasi ATRI sebagai mitra dialog kebijakan digital nasional ke depan.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama