TEDx TMS Meruya Youth 2026 Demonstrasikan Robot Humanoid, Ajak Pemuda Jadi Pencipta AI

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan robotika bukan lagi sebatas cerita fiksi ilmiah. Teknologi ini telah hadir dan mulai bekerja bersisian dengan manusia di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Merespons tren global tersebut, Tunas Muda School menggelar ajang TEDx TMS Meruya Youth 2026 bertema "Future, Unfiltered" di Jakarta, Jumat (31/7/2026). 



Acara ini menghadirkan pencerahan sekaligus demonstrasi langsung robot humanoid berbasis Agentic AI untuk memacu generasi muda Indonesia agar berani menjadi pengembang (developer) teknologi masa depan, bukan sekadar pengguna.  


Peneliti sekaligus Founder PT Sari Teknologi Global, Yohanes Kurnia, menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat soal robot akan menggantikan posisi manusia adalah pandangan yang kurang tepat.  


"Robot bukan diciptakan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk memperbesar kemampuan manusia. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu berkolaborasi dengan AI, bukan oleh mereka yang takut terhadap AI," tegas Yohanes di hadapan para peserta.

  

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar lewat bonus demografi dan kreativitas anak mudanya untuk menembus panggung teknologi internasional.  



"Mimpi terbesar kita bukan sekadar menggunakan teknologi buatan negara lain. Mimpi kita adalah menciptakan teknologi yang suatu hari akan digunakan oleh dunia," pangkasnya.

  

Dalam sesi utama bertajuk "The Generation That Will Work Alongside Robots", peserta menyaksikan unjuk kerja robot humanoid yang mampu mengenali wajah (facial recognition), berinteraksi secara natural, memahami instruksi, hingga mengambil keputusan dan merencanakan tugas secara mandiri. Aksi ini membuktikan nyata bagaimana manusia dan AI dapat berkolaborasi sebagai rekan kerja.  


Melawan Narasi Negatif AI Lewat Edukasi Kredibel


Principal Tunas Muda School Meruya, Ridwan Bachtra, menjelaskan bahwa kehadiran praktisi seperti Yohanes Kurnia sangat penting untuk memberikan edukasi yang jernih dan beretika di tengah meluapnya rumor negatif di media sosial.  


"Banyak sekali informasi negatif beredar, seperti pekerjaan akan habis tergantikan AI atau manusia akan dikuasai AI. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengikuti pendapat di media sosial, tetapi mendapatkan pencerahan dari figur yang benar-benar kompeten," ujar Ridwan.



Ridwan menegaskan, fokus utama edukasi ini adalah membimbing generasi muda agar menggunakan teknologi secara bijak, etis, serta pro kemanusiaan.  


Senada dengan itu, Ketua Panitia Pelaksana TEDx TMS Meruya Youth 2026, Jocelyn, menilai bahwa keterlibatan anak muda dalam mendalami AI adalah langkah krusial untuk memajukan bangsa.  


"Setelah mendengarkan pemaparan, kami semakin yakin bahwa AI bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan mitra untuk menciptakan berbagai inovasi. Sebagai generasi muda, kita harus familiar, bijak, dan tahu cara memanfaatkan AI secara optimal," kata Jocelyn.

  

Acara ini ditutup dengan pesan optimistis bahwa masa depan tidak ditentukan oleh AI itu sendiri, melainkan oleh manusia yang bijak memanfaatkan kolaborasi dengannya. Eksosistem nasional seperti laboratorium robotika, program sertifikasi, hingga fasilitas seperti Robopark Indonesia pun terus diperkuat untuk menyambut era baru ini.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama