JAKARTA, suarapembaharuan.com - Masyarakat Antikorupsi (Marak) mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk tidak takut mengusut tuntas dugaan korupsi mega proyek program makanan bergizi gratis (MBG) yang melibatkan banyak pihak, termasuk oknum perwira tinggi TNI maupun Polri.
![]() |
| Agus Yohanes |
Koordinator Marak, Agus Yohanes memastikan, masih banyak pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi yang sangat banyak menyerap anggaran negara tersebut. Sehingga, Kejagung perlu kerja ekstra lebih keras dalam melakukan penahanan terhadap pihak - pihak yang terlibat tersebut.
"Kami mendapatkan informasi bahwa mega proyek MBG ini seperti pembagian kue untuk melanggengkan kekuasaan. Sehingga tidak heran jika ada perwira tinggi TNI maupun Polri yang bermain dalam proyek tersebut, akhirnya dapat diungkap Kejagung. Kinerja Kejagung ini sangat patut untuk diapresiasi," ujar Agus Yohanes.
Agus Yohanes mengharapkan, penanganan kasus dugaan korupsi MBG ini tidak hanya terfokus pada petinggi - petinggi di Badan Gizi Nasional. Sebab, pembangunan dapur MBG sesuai instruksi dari pemerintah pusat, utamanya pemilik kekuasaan, juga diwajibkan ada di kabupaten/kota hingga ke pelosok desa.
"Perlu juga diperiksa seluruh kepala daerah, termasuk petinggi aparat penegak hukum, mulai dari gubernur, wali kota, bupati, kapolda, panglima kodam hingga kapolres yang ada di Tanah Air. Mekanisme pemanggilan untuk pemeriksaan tentunya berdasarkan keterangan dari tersangka yang sudah ditahan," ungkapnya.
Agus Yohanes memastikan masih banyak pelaku korupsi lainnya yang terkait dalam mega proyek MBG tersebut. Bahkan, berdasarkan perkembangan informasi di masyarakat, mega korupsi ini juga ada melibatkan elit partai politik (parpol). Sayangnya, penyidikan dalam kasus ini belum menyasar ke informasi tersebut.
Agus Yohanes menyarankan Kejagung untuk menggandeng otoritas jasa keuangan (OJK) guna mengusut aliran dana dari tersangka korupsi tersebut. Pihak - pihak yang dicurigai terlibat dipastikan akan terungkap. Ini perlu dilakukan agar tidak ada tersangka yang merasa ditumbalkan dari mega korupsi proyek MBG tersebut.
"Proyek MBG ini yang diungkap Kejagung ini seperti tontonan gerombolan sirkus harus dimasukkan ke dalam kerangkeng besi. Mereka yang ditahan tersebut sangat layak untuk dihukum mati. Bahkan, harta dari seluruh koruptor tersebut sangat patut dirampas negara. Rakyat membutuhkan tindakan tegas ini," sebutnya.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar