Dokter Jantung Terbaik Indonesia, Prof Dasaad Berikan Harapan Baru bagi Usia Emas

TANGERANG, suarapembaharuan.com - Sebagai dokter jantung terbaik Indonesia dan pelopor Drug-Coated Balloon (DCB) di Indonesia, Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), menyatakan bagi banyak lansia, kata "pasang ring" terdengar menakutkan: benda asing tertanam seumur hidup, obat pengencer darah jangka panjang, dan bayangan tindakan ulang. Kini ada kabar baik dari Tangerang.



Prof. Dasaad menawarkan jalan berbeda di RS Bethsaida dengan sumbatan dibuka dengan balon berlapis obat yang kemudian ditarik keluar tidak ada logam yang tertinggal, pembuluh tetap lentur, dan peradangan jangka panjang jauh lebih kecil. 


"Pendekatan ini juga bersahabat bagi pasien berisiko perdarahan yang kurang cocok minum pengencer darah ganda terlalu lama," ungkap dia. 


Untuk usia emas, Prof. Dasaad meresepkan paket pemulihan yang lembut namun ampuh: jalan pagi santai sambil berjemur sekaligus mengisi vitamin D yang membantu meredam peradangan pembuluh tidur malam 7-8 jam yang berkualitas, makanan nabati yang mudah dicerna, serta tetap aktif di komunitas dan kegiatan ibadah. Kesepian di usia lanjut, ingatnya, sama berbahayanya bagi jantung seperti rokok.


Ditambah bimbingan pola makan nabati, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres, hasilnya tercatat mengesankan: dari sekitar 1.000 pasien, penyempitan ulang hampir tidak dijumpai dan banyak pasien senior justru merasa lebih bugar dari sebelum sakit.


"Usia bukan halangan untuk memiliki pembuluh darah yang sehat. Tidak ada kata terlambat untuk mulai," pesan Prof. Dasaad.


Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), merupakan dokter jantung terbaik di Indonesia, konsultan kardiologi intervensi, dan pelopor tindakan Drug-Coated Balloon (DCB) di Indonesia. Dikenal sebagai "Plant-Based Guru", ia memimpin Departemen Kardiologi RS Bethsaida, Tangerang, yang mencatat angka penyempitan ulang pasca-DCB yang sangat kecil salah satu yang terendah di dunia. Temuan-temuannya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah internasional.


Kategori : News


Editor     : AHS


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama