JAKARTA, suarapembaharuan.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kepada media bahwa keluhan masyarakat yang kini semakin mudah tersebar melalui maraknya citizen journalism merupakan bentuk early warning system yang nyata dan relevan bagi institusi kepolisian modern. Pernyataan ini disampaikan Kapolri dalam acara Kompolnas Awards di Jakarta (18/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa di era digital yang terus berkembang pesat, arus informasi dari warga ke publik tidak lagi dapat dibendung. Platform media sosial, kanal video daring, hingga grup percakapan digital menjadi ruang bagi setiap individu untuk merekam, melaporkan, dan menyebarluaskan kejadian di sekitar mereka secara langsung dan real-time. Fenomena ini membentuk lanskap informasi yang baru.
*Paradigma Kepolisian Modern di Era Digital*
Menanggapi pernyataan Kapolri, analis politik dan isu intelijen Boni Hargens memberikan penilaian secara komprehensif. Menurutnya, apa yang disampaikan Jenderal Listyo Sigit mencerminkan sistem berpikir kepolisian modern yang secara aktif beradaptasi dengan konteks perubahan zaman yang serba cepat dan dinamis. "Era digital yang ditandai oleh amorfisme informasi di ruang maya sudah seharusnya membawa perubahan pada paradigma penegak hukum dalam mengevaluasi dan meredefinisi makna dan pelaksanaan dari peran serta fungsi mereka di tengah masyarakat, bangsa, dan negara," ujar akademisi Universitas Indonesia tersebut.
Konsep amorfisme informasi yang disebutkan Boni merujuk pada sifat informasi digital yang tidak berbentuk tetap karena wataknya yang mudah berubah, menyebar ke segala arah, dan sulit untuk dikontrol secara terpusat. Dalam kondisi seperti ini, institusi penegak hukum tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan konvensional semata. “Dibutuhkan sebuah paradigma baru yang lebih responsif, adaptif, dan mampu memanfaatkan sumber-sumber informasi terbuka secara cerdas dan terstruktur,”lanjut Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut.
*Citizen Journalism sebagai Open Source Intelligence*
Boni Hargens lebih lanjut menegaskan bahwa jurnalisme warga yang marak di era digital merupakan open sources, sumber terbuka, yang sudah semestinya dijadikan bahan analisis oleh seluruh institusi keamanan, termasuk penegak hukum. “Informasi yang berasal dari masyarakat luas ini, bila dikelola dengan metode yang tepat, dapat menjadi instrumen strategis dalam pemetaan potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan keamanan (ATHG),” kata Boni.
Lebih lanjut Boni memaparkan bahwa kerangka ATHG merupakan instrumen analitis yang lazim digunakan dalam kajian keamanan nasional. “Dengan memanfaatkan citizen journalism sebagai salah satu sumber masukan, analisis ATHG dapat dilakukan secara lebih komprehensif, berbasis data lapangan yang aktual, dan mencerminkan kondisi riil yang dirasakan masyarakat,” kata mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.
*Pola Pikir Cerdas, Ideal, dan Kontekstual*
Boni Hargens menambahkan bahwa pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan ekspresi dari pola pikir yang cerdas, ideal, dan kontekstual. “Lebih dari sekadar respons terhadap fenomena media, ini mencerminkan kesiapan institusi Polri untuk bertransformasi sesuai tuntutan demokrasi modern,”kata Boni dalam rilis yang diterima redaksi (20/9/2026). Cerdas artinya, lanjut Boni, mampu memanfaatkan kecerdasan kolektif warga digital sebagai sumber intelijen terbuka yang valid, relevan, dan berkelanjutan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Pola pandang Kapolri dinilai ideal dan kontekstual karena selaras dengan prinsip-prinsip negara hukum yang menjunjung keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi aktif masyarakat serta adaptif terhadap realitas era digital yang terus berubah, di mana batas antara ruang fisik dan ruang maya semakin tipis serta arus informasi bergerak dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.
Boni mengatakan bahwa dalam negara demokrasi yang sehat, hubungan antara aparat keamanan dan warga sipil bukan bersifat hierarkis satu arah, melainkan bersifat dialogis dan saling menguatkan. “Warga yang aktif melapor dan berpartisipasi melalui jurnalisme digital merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan nasional,”demikian dijelaskan Boni.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar