JAKARTA, suarapembaharuan.com – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia kembali diperkuat lewat sinergi lintas sektor. Jardine Foundation secara resmi meluncurkan program beasiswa pascasarjana baru bagi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (31/8/2026).
Melalui program ini, sebanyak 20 mahasiswa baru pascasarjana UGM yang membutuhkan dukungan finansial akan menerima beasiswa penuh setiap tahunnya, mencakup biaya pendidikan sekaligus biaya hidup. Pendaftaran untuk tahun akademik 2026-2027 telah dibuka melalui situs web resmi UGM.
Langkah strategis ini menandai babak baru kemitraan jangka panjang antara Jardine Foundation dan UGM, yang sebelumnya telah merintis beasiswa sarjana sejak 2022 bagi 15 mahasiswa setiap tahunnya.
Executive Chairman Jardine Matheson, Ben Keswick, menegaskan bahwa inisiatif ini berakar dari keyakinan mendalam terhadap kekuatan transformatif pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia.
"Kami senang dapat meningkatkan dukungan dan kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada. Jardines memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia. Kami bangga dapat memberdayakan mahasiswa sarjana dan pascasarjana Indonesia yang berbakat melalui pendidikan tinggi, agar kelak menjadi pemimpin di tengah masyarakat," ujar Ben Keswick.
Tunjuk Retno Marsudi sebagai Senior Advisor
Peresmian program yang berlangsung pada 31 Agustus 2026 tersebut turut diwarnai pengumuman penting. Jardine Foundation secara resmi menunjuk Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024, Retno Marsudi, sebagai Senior Advisor untuk memimpin penguatan dukungan yayasan bagi pendidikan tinggi di tanah air.
Dalam sambutannya, Retno Marsudi menekankan bahwa kolaborasi erat antara sektor swasta dan dunia akademik merupakan kunci utama dalam membuka pintu kesempatan yang lebih luas bagi generasi penerus bangsa.
"Pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan, memperkuat masyarakat, dan membangun masa depan bangsa. Inisiatif seperti Beasiswa Jardine Foundation menunjukkan pentingnya peran kemitraan antara sektor swasta dan lembaga pendidikan dalam memperluas akses terhadap kesempatan. Saya sangat senang menyaksikan kuatnya kolaborasi antara Jardine Foundation dan UGM, serta menantikan dampak positifnya bagi generasi masa depan Indonesia," tegas Retno.
Sementara itu, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyambut hangat keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin sejak 2014 ini. Menurutnya, kehadiran program tersebut memegang peranan krusial dalam melahirkan calon pemimpin berkelas dunia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.
"Kami berharap kehadiran Jardine Foundation dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas di seluruh Indonesia, sejalan dengan misi utama UGM. Dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi, beasiswa ini berperan penting dalam mempersiapkan calon pemimpin berkelas dunia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi," ungkap Ova Emilia.
Sejak didirikan pada tahun 1982, Jardine Foundation telah mendonasikan lebih dari USD 60 juta untuk mendukung lebih dari 500 mahasiswa global, termasuk sekitar 100 penerima beasiswa ke Universitas Oxford dan Cambridge, serta 55 mahasiswa jalur lokal di UGM.
Kehadiran program pascasarjana baru di UGM ini diharapkan semakin memperkokoh kontribusi nyata sektor swasta dalam mencetak SDM unggul menuju masa depan Indonesia.
Kategori : News
Editor : AHS





Posting Komentar