YOGYAKARTA, suarapembaharuan.com - Tidak sia-sia Ketua Umum Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) Marsekal Muda (Marsda) TNI Purwoko Aji Prabowo hadir setiap hari untuk menyaksikan secara langsung bahkan kadang-kadang turun memberi instruksi dalam pelaksanaan Kejuaraan Modern Pentathlon Open Piala Panglima TNI tahun 2026 dari 25 – 27 September 2026.
Kejuaraan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-81 TNI yang berlangsung di kawasan Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, itu bukan saja berlangsung sukses namun mampu memunculkan atlet-atlet baru yang potensial menjadi andalan Indonesia.
Dalam persaingan selama tiga hari di kota Gudeg juga menunjukkan makin menyebarnya modern pentathlon ke beberapa daerah di Tanah Air. Antusias daerah-daerah dalam mengirimkan para atlet binaannya termasuk tinggi sehingga peserta mencapai lebih dari 200 orang.
Penyebaran prestasi pun merata ke seluruh daerah, terbukti dengan keberhasilan Tim Pengurus Provinsi (Pengprov) MPI Sulawesi Selatan merebut gelar juara umum sekaligus meraih Piala Panglima TNI. MPI Sulses memastikan merebut gelar juara umum setelah pada perlombaan hari terakhir, Minggu (27/9/2026), mampu menambah tiga medali emas lagi. Ketiga emas itu disumbangkan oleh Muh Aldo Raditya, Nadira Putri Halisa (laser run perseorangan putra-putri U-19), dan Sri Wahyuni (laser run perseorangan putri senior).
Tambahan tiga emas ini membuat Sulsel secara total mengoleksi emas emas. Sebelumnya Sulsel meraih emas melalui Happy Cheryssah Montolalu (Laser Run Putri), dan Sri Wahyuni (Triathle Putri Senior & U19).
“Saya bersyukur kejuaraan sangat sukses, kemudian kita bisa mendapatkan beberapa atlet-atlet baru yang bisa tampil di kegiatan berikutnya, di turnamen berikutnya. Dari beberapa yang tadi kita dapat, ada beberapa yang baru. Kita akan seleksi, kita akan kumpulkan. Kemudian di tahun depan ada beberapa kegiatan internasional di Bali, kemudian juga ada ASEAN Championship dan mereka diproyeksikan ke babak kualifikasi Olimpiade,” kata Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menjawab pertanyaan para wartawan di sela-sela acara penutupan.
Menurut Purwoko Aji, para atlet yang terjaring nantinya akan digodok di pemusatan latihan yang bisa dilaksanakan di Yogyakarta atau Jakarta.
“Kita upayakan nanti kita adakan di Jakarta ataupun di Yogyakarta, karena di sini fasilitasnya lengkap, di Jakarta juga lengkap,” ujarnya.
Ketika ditanya pendapatnya tentang keberhasilan Sulsel meraih gelar juara umum, Purwoko Aji melihat Sulsel dibina oleh Kodam, kemudian banyak sekali atlet-atlet yang baik-baik dari tentara maupun keluarga tentara, daerah-daerah terutama, kemudian ada juga dari beberapa yang lain. Perkumpulan mereka cukup intens sehingga kita harap di daerah lain juga seperti itu sehingga bisa merata,” ucapnya.
Lebih lanjut, Purwoko Aji mengemukakan, pembinaan di beberapa di daerah Jawa sudah cukup, kemudian Sulawesi sudah lumayan. “Kita akan berusaha ke bagian Timur, baik ke daerah Maluku ataupun nanti ke Papua, supaya mereka juga bangkit. Kita lihat potensi atlet di sana cukup bagus,” pungkasnya.
Panglima TNI Bangga
Kejuaraan ditutup oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili oleh Sekretaris Lembaga AAU, Marsma TNI Harry Sofian E, SIP, MH. Dalam amanatnya Panglima TNI dengan bangga mengucapkan selamat dan berbahagia kepada para atlet dan prajurit TNI serta Polri yang telah meraih juara pada pertandingan Open Tournament Piala Panglima TNI tahun 2026 ini.
Kepada atlet dan para ofisial yang belum berhasil, Panglima mengingatkan bahwa pertandingan olahraga ini bukan akhir dari segalanya sebab masih terbuka kesempatan dan tersedia waktu untuk terus berlatih dalam mempersiapkan diri di masa mendatang.
“Karena apabila setiap atlet dan prajurit TNI serta Polri melakukan evaluasi dan dirasa terdapat penurunan prestasi pada event ini, sudah sepatutnya segera dijadikan potret diri untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi terbaik di tahun depan,” katanya seperti dibacakan Harry Sofian.
Panglima mengingatkan, patut disadari bahwa meraih prestasi tidak semudah membalikkan telapak tangan namun perlu upaya berlatih dan terus berlatih. Pepatah mengatakan tak ada jalan lunak dalam meraih prestasi dan tak ada jalan mudah meraih harapan. Itulah kiranya filosofi sederhana yang perlu dimiliki dan diingat pada diri para atlet termasuk para prajurit dan PNS TNI.
“Bagaimanapun saya merasa bangga dan berbahagia atas terselenggaranya Open Tournament Piala Panglima TNI tahun ini. Saya menilai tujuan utama dari event ini telah tercapai yakni terbangun dan terpilah ranya komunikasi antara pengurus besar, pengurus provinsi, kota, kabupaten dan kemandunggalan TNI rakyat sehingga tercipta ikatan yang harmonis, kompak, segaligus mampu memupuk jiwa korsa yang tinggi,” ujarnya.
Setelah upacara penutupan, dilanjutkan dengan acara penghormatan pemenang. Pengalungan medali dan penyerahan uang pembinaan diserahkan antara lain oleh Wagub AAU, Marsma TNI Bonang Bayuaji, SE, MM, CHRMP. Ketua Umum PP MPI Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menyerahkan Piala Panglima TNI kepada Ketua Pengprov MPI Sulsel St Diza Rasyid Ali.
“Alhamdulillah bersyukur, tetapi ini menjadi cambuk buat kami untuk lebih giat lagi berlatih. Dan atlet kami yang belum sempat meraih medali menjadi pelajaran kekurangan, evaluasinya ya. Tapi kami memang latihan tidak membohongi hasil. Kami satu hari, tiga kali latihan selama enam hari. Dan inilah hasilnya, memang non-stop,” kata Diza Ali.
Dia mengemukakan, begitu mampu meraih emas yang keempat hari ini, dirinya sudah tidak khawatir lagi dan makin optimis Sulsel juara umum. “Terus menjadi enam, ya sudah, pastinya gak khawatir. Ya, karena kami mengajarkan atlet memiliki jiwa petarung. Mental tekanan, keluar dari tekanan, itu yang kami bekali. Pokoknya hajar, lakukan yang terbaik, kita lihat hasil.”
Kategori : News
Editor : AHS




Posting Komentar