JAKARTA, suarapembaharuan.com – Langkah dua wakil andalan Indonesia, WIM Laysa Latifah dan IM Satria Duta Cahaya, tersendat pada babak kedua duel match internasional JAPFA Chess Festival 2026. Bertanding di Gedung Serbaguna GBK, Jakarta, Rabu (2/9/2026), keduanya harus mengakui keunggulan lawan berstatus jawara dunia setelah sebelumnya sempat tampil solid menahan imbang di babak pertama.
![]() |
Laysa harus menyerah di langkah ke-52 dari WGM Xeniya Balabayeva (Kazakhstan), sementara Satria Duta takluk pada langkah ke-40 di tangan wonderkid Vietnam, IM Dau Khuong Duy. Hasil ini membuat Indonesia sementara tertinggal 0,5–1,5 victory point (VP).
Meski berada di bawah tekanan lawan yang memiliki peringkat FIDE jauh di atas kertas termasuk Khương Duy dengan Elo 2.526 dan Balabayeva sebagai Juara Dunia Junior Satria Duta menegaskan tekadnya untuk segera bangkit pada sisa babak berikutnya.
"Babak ini harusnya posisi saya tidak kalah lah, tapi saya mungkin kena karena waktu terdesak dan banyak hal lain, jadinya lama-lama terus kalah. Targetnya ya pasti menang duel match-nya! Di sisa babak mungkin lebih nyerang biar coba cari poin berikutnya. Tapi kalau enggak yang klasik enggak bisa menang, ya minimal remis dulu," tegas Duta usai pertandingan.
Pengamat catur nasional, Kristianus Liem, menilai hasil minor di nomor catur klasik ini merupakan konsekuensi logis dari perbedaan kelas dan rating yang cukup mencolok. Namun, ia memuji langkah taktis Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, GM Susanto Megaranto, yang sengaja memilih lawan-lawan berkaliber tinggi sebagai kawah candradimuka.
"Kalo liat dari rating dan gelar, cukup jelas kedua pemain kita dalam posisi underdog. Di catur standar, akan jelas keliatan kalau ada perbedaan kelas, nggak bisa lari. Apalagi mainnya lebih dari satu babak," urai Kris.
Lebih lanjut, Kris membeberkan strategi jitu PB Percasi dalam membagi format 10 babak pertandingan, yang membuka peluang bagi wakil Indonesia untuk mendulang angka di nomor non-klasik.
"Susanto sangat jeli memilih lawan yang akan dihadapi pecatur Indonesia. Ini pelajaran berharga bagi Duta dan Laysa. Santo juga pintar membagi 10 babak pertandingan menjadi empat babak catur klasik dan enam babak catur kilat dan cepat. Duta dan Laysa yang kecil peluangnya meraih hasil maksimal di catur klasik, bisa mendulang poin dari catur cepat dan catur kilat," pungkasnya.
Peluang revans bagi Duta dan Laysa langsung terbuka pada babak ketiga duel meet yang digelar Kamis (3/9/2026) pagi, di mana kedua pecatur Indonesia tersebut akan memegang keunggulan buah putih.
Sebagai informasi, JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026 diramaikan oleh 523 pecatur dari 23 provinsi dan 4 negara. Ajang bergengsi ini mempertandingkan 12 kategori dengan total hadiah mencapai Rp298.900.000 serta partai duel match internasional berhadiah 5.000 dolar AS.
Kategori : News
Editor : AHS




Posting Komentar