JAKARTA, suarapembaharuan.com - Maraknya konten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyerupai fisik tenaga kesehatan menjadi perhatian serius. Dokter sekaligus skincare content creator, dr. Abelina Dini Fitria, Dipl. AAAM, MM, MARS yang dikenal dengan nama dr. Incognito, mengungkapkan keresahannya setelah wajah dan identitasnya dicuri untuk kepentingan komersial.
Menanggapi pertanyaan soal tanggapannya terhadap konten AI yang menyerupai dirinya, dr. Incognito mengaku sangat sedih. Ia menjelaskan ada beberapa tipe penyalahgunaan yang ditemuinya. Ada yang menggunakan wajahnya namun dengan nama orang lain, dan yang lebih parah menggunakan nama serta gelar keprofesiannya secara utuh.
"Wajahku kan dicuri, ga ada izin ga ada apa tiba-tiba diambil paksa. Yang paling parah yang pakai namaku dan pakai gelarku juga, itu namanya mencuri identitas dan kredibilitasku. Paling sedihnya, pencurian tersebut dipakai untuk jualan bahan berbahaya," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kasus tersebut pelaku yang menjual dan mencuri tidak mengalami kerugian, sementara dirinya sebagai korban yang harus menanggung dampak reputasi. Menurutnya, hal ini merupakan konsekuensi dari perkembangan zaman yang harus dihadapi.
Terkait tindakan yang tepat atas kejadian tersebut, dr. Incognito mengaku belum banyak yang bisa dilakukan. Ia sempat disarankan untuk melakukan verifikasi wajah, namun ia ragu karena platform media sosial seperti Instagram dan TikTok juga dioperasikan oleh AI.
"Bukannya kalau aku scan wajahku jadinya malah makin mudah buat orang nyuri mukaku lewat AI? Jadi sekarang aku mengandalkan kredibilitas, AI kan ga bisa ada lisensi, gelar dan sebagainya," jelasnya.
Strategi lain yang ia lakukan adalah memperkuat sisi kemanusiaan yang tidak dimiliki AI, seperti menunjukkan empati, ketidaksempurnaan, mengganti angle pengambilan gambar, dan menjadi tidak terprediksi atau unpredictable.
dr. Incognito diketahui telah aktif di dunia skincare dan fashion sejak lama. Ia mulai hadir di berbagai event sejak 2011 saat masih sekolah, mulai menghasilkan pada 2014, dan mencapai penghasilan stabil sebagai content creator sejak 2017.
Mengenai pemilihan nama dr. Incognito, ia mengungkapkan alasan personal. Ia merasa lelah karena ilmu yang disampaikan sering kali teralihkan oleh latar belakang dan fisiknya. Ia ingin dihargai berdasarkan ilmunya.
"Incognito artinya penyamaran. Agak aneh karena dokter itu harus transparan sedangkan incognito itu shady. Inspirasinya Johan Liebert dari anime Monster," ungkapnya.
Terakhir, dr. Incognito berpesan kepada masyarakat agar lebih sering melihat konten AI dan juga konten asli. Menurut pengalamannya, dengan melihat keduanya secara berimbang, masyarakat akan lebih mudah membedakan mana yang asli dan mana yang merupakan hasil buatan AI, sehingga terhindar dari penipuan produk berbahaya yang mengatasnamakan tenaga medis.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar