Munas IWAPI Tetapkan Tatyana Jadi Ketum, AHY Dorong Perempuan Pengusaha Melompat Lebih Besar

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pengusaha perempuan Indonesia tidak sekadar naik kelas, tetapi mampu melakukan lompatan usaha agar semakin besar, kompetitif, dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.



Menurut AHY, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi Indonesia, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, penguatan kapasitas, transformasi digital, akses pembiayaan, serta perluasan pasar menjadi faktor penting untuk mendorong pengusaha perempuan berkembang.


Hal tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara kunci dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) 2026 di Hotel Borobudur Jakarta. Munas kali ini mengangkat tema Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.


AHY mengungkapkan, sekitar 65 persen atau 37 juta perempuan berada di sektor UMKM. Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam aktivitas ekonomi nasional.


Namun, tantangan berikutnya adalah mendorong lebih banyak pelaku usaha berkembang menjadi bisnis yang lebih besar. Menurutnya, berdasarkan data yang disampaikannya, baru 36 persen pelaku usaha di Indonesia yang masuk kategori di atas UMKM.


"Inilah tadi yang Ibu Ketum sampaikan, kalau kita terus dorong IWAPI, kita bukan hanya bisa lulus atau naik kelas tapi bahkan melampaui lompatan-lompatan yang membuat ekonomi Indonesia juga semakin tumbuh dengan progresif," ujar AHY.



Ia menegaskan, pengusaha perempuan merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Selain menghasilkan produk dan jasa, mereka juga menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.


AHY menilai, keberhasilan pengusaha perempuan akan memberikan dampak berantai terhadap kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak usaha yang berkembang, semakin besar pula kesempatan kerja yang tercipta di berbagai daerah.


Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing


Dalam menghadapi perubahan ekonomi global, AHY menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan transformasi digital.


Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi dunia usaha. Pengusaha perempuan harus memiliki keterampilan yang memadai agar mampu memanfaatkan perkembangan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.


AHY mendorong IWAPI menjadi jembatan bagi pengusaha perempuan, khususnya pelaku UMKM yang belum terhubung dengan pasar digital dan perdagangan elektronik atau e-commerce.



Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, pengusaha perempuan memiliki pasar domestik yang sangat besar. Peluang tersebut semakin terbuka apabila mampu menjangkau pasar ASEAN yang hampir mencapai 700 juta penduduk hingga pasar internasional.


Namun, transformasi digital membutuhkan penguatan keterampilan sumber daya manusia, pendampingan, dan pemerataan akses teknologi. AHY mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak hanya dinikmati pengusaha di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha di berbagai pelosok Indonesia.


Ia juga menyoroti empat akses penting yang harus diperkuat untuk mendukung perkembangan pengusaha perempuan, yakni akses pembiayaan, akses teknologi, akses pasar, dan akses terhadap peluang usaha.


Menurutnya, pengusaha perempuan membutuhkan pembiayaan produktif yang dapat dipertanggungjawabkan, teknologi yang mudah dijangkau, kemitraan bisnis, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan usahanya.


Peluang Bisnis Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan


Selain transformasi digital, AHY melihat peluang besar bagi pengusaha perempuan dalam pengembangan ketahanan pangan dan ekonomi hijau.


Ia mengatakan, perempuan dapat mengambil peran dalam berbagai sektor, mulai dari hortikultura, agribisnis, pengolahan hasil pertanian, hingga pemasaran produk lokal ke pasar yang lebih luas.


Pengembangan usaha tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, termasuk irigasi, jalan daerah, fasilitas produksi, serta sarana penyimpanan hasil perikanan seperti cold storage.


AHY juga mendorong pengusaha perempuan memanfaatkan peluang ekonomi sirkular dengan mengolah limbah dan sampah menjadi produk bernilai tambah.


Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang bisnis dan menciptakan lapangan pekerjaan apabila dikelola dengan teknologi dan pendekatan yang tepat.


"Ini adalah masa depan kita, ekonomi hijau, dan sekali lagi membutuhkan akses pembiayaan, akses teknologi dan dukungan dari pemerintah," tegasnya.


AHY menambahkan, penguatan ekonomi perempuan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, investor, dan komunitas. Ia menilai tidak ada perekonomian yang dapat berkembang secara optimal tanpa sinergi antarpemangku kepentingan.


IWAPI Perkuat Jaringan Bisnis Perempuan


Sementara itu, Ketua Umum IWAPI Nita Yudi mengatakan, pemberdayaan perempuan agar mandiri secara ekonomi merupakan salah satu tujuan utama organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun tersebut.


IWAPI terus memperluas jaringan organisasi hingga tingkat provinsi, kabupaten, kota, bahkan kecamatan untuk mendorong semakin banyak perempuan terlibat dalam kegiatan usaha.


Nita mengungkapkan, sekitar 80 persen usaha anggota IWAPI bergerak di sektor kuliner. Keterlibatan anggota dalam berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan.


Ia mencontohkan salah satu anggota IWAPI di Jawa Timur yang sebelumnya memiliki 16 restoran. Setelah terdampak pandemi Covid-19, jumlah restoran yang bertahan hanya tujuh. Namun, melalui keterlibatan dalam program MBG, anggota tersebut kembali mengembangkan usahanya hingga memiliki 10 dapur.


"Ini menunjukkan bahwa perempuan tidak pantang menyerah. Dan alhamdulillah sampai hari ini berjalan, karyawan bisa akhirnya mendapatkan gaji kembali," kata Nita.


Selain sektor kuliner, IWAPI juga mengembangkan program Kampung Hortikultura sebagai bentuk kontribusi pengusaha perempuan dalam mendukung ketahanan pangan. Program tersebut telah diluncurkan di Bogor dan Banten dengan pengembangan berbagai komoditas hortikultura, termasuk cabai, bawang merah, dan bawang putih.


Di tingkat internasional, IWAPI dipercaya menjadi focal point ASEAN Women Entrepreneur Network (AWEN) yang menghubungkan pengusaha perempuan dari 10 negara ASEAN.


IWAPI juga menjadi focal point BRICS Women Business Alliance (WBA), sehingga membuka peluang kerja sama dengan pengusaha perempuan di negara-negara anggota BRICS.


Nita berharap Munas X IWAPI dapat memperkuat soliditas organisasi dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu melanjutkan program pemberdayaan perempuan serta memperbesar kontribusi IWAPI terhadap perekonomian nasional.


Partisipasi Ekonomi Perempuan Perlu Ditingkatkan


Dukungan terhadap penguatan kewirausahaan perempuan juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.


Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan pada 2025 mencapai 56,6 persen, masih lebih rendah dibandingkan laki-laki sebesar 84 persen.


Sementara itu, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menargetkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 70 persen.


Menurut Arifatul, kesenjangan tersebut menunjukkan potensi produktif perempuan belum sepenuhnya terhubung dengan kesempatan ekonomi.


Karena itu, IWAPI diharapkan dapat memperluas kesempatan perempuan untuk mandiri secara ekonomi melalui kewirausahaan, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memimpin dan mengembangkan bisnis.


Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, analisis pasar, dan pengembangan produk.


Arifatul menegaskan, pemberdayaan ekonomi perempuan membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, keluarga, dan masyarakat.


Melalui penguatan kewirausahaan, transformasi digital, ekonomi hijau, dan kolaborasi lintas sektor, IWAPI diharapkan semakin berperan dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Tatyana Sentani Sutara Terpilih Pimpin IWAPI 2026-2031


Munas X Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) 2026 menetapkan Tatyana Sentani Sutara sebagai Ketua Umum DPP IWAPI periode 2026–2031. Dalam proses pemilihan tersebut, Tatyana terpilih secara aklamasi.


Usai terpilih, Tatyana mengajak seluruh Ketua DPD IWAPI di Indonesia, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki pilihan berbeda dalam proses pemilihan, untuk kembali bersatu dan bersama-sama membesarkan organisasi.


"Saya berterima kasih dan mengapresiasi seluruh DPD yang telah berpartisipasi dan menyukseskan Munas X IWAPI 2026. Perbedaan pilihan hal yang wajar dalam organisasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Saat ini, yang terpenting adalah mengesampingkan perbedaan, merapatkan barisan, serta membangun IWAPI dengan niat baik, ketulusan, dan semangat kebersamaan," ujarnya, Selasa (3/11/2026).


Terkait Munaslub yang diselenggarakan oleh pihak lain, Tatyana memilih untuk tidak larut dalam polemik. Ia berpandangan, setiap agenda organisasi harus memiliki dasar yang jelas serta dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku.


"Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh Ketua DPD, tanpa membedakan pilihan sebelumnya. Mari kita bergandengan tangan, saling menguatkan, dan bekerja bersama. Kepemimpinan ini bukan untuk kelompok tertentu, melainkan untuk seluruh keluarga besar IWAPI. Mari kita besarkan IWAPI dengan niat dan ketulusan, bukan dengan perpecahan," ucapnya.


Tatyana berharap Munas X menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan dan memulai babak baru kepemimpinan IWAPI yang lebih solid, kompak, dan berdaya saing.


"Berbeda pilihan bukan berarti berbeda tujuan. Saatnya bersatu untuk IWAPI yang lebih besar dan lebih maju," ujarnya.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama