Banjir di Kabupaten Asahan Berangsur Surut

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Sejumlah kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, berangsur surat pada pagi ini, Selasa (17/8). Banjir ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung selama dua hari serta sedimentasi daerah aliran sungai. 


Istimewa

Pelaksana Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, genangan banjir di Desa Sei Silau Tua, Sei Silau Barat dan Karya Ambalutu di Asahan, telah surut. Sedangkan di desa lain, seperti Desa Sei Alim Hassak, berangsur-angsur surut. 


"BPBD Asahan memperkirakan genangan akan surut pada malam hari. Namun demikian, analisis BPBD mencatat bahaya banjir tetap berpotensi apabila hujan turun di di Desa Sei Alim Hassak," ujar Abdul Muhari.


Genangan banjir juga berangsur surut di Desa Tanah Rakyat, Sei Dadap I/II, Tanjung Alam, Sei Kamah Baru, Bahung Sibatu-batu, Terusan Tengah, Rawang Lama, Rawang Pasar IV dan Hessa Air Genting. Desa-desa itu tersebar di sejumlah kecamatan terdampak banjir. 


Sedangkan di Desa Punggulan dan Kelurahan Siumbut Umbut, genangan banjir masih terjadi. BPBD melaporkan masyarakat yang masih terdampak banjir memilih untuk bertahan di rumah mereka. 


Menghadapi banjir di wilayahnya, BPBD Kabupaten Asahan bersama dengan dinas terkait, aparat desa dan kecamatan terdampak melakukan kaji cepat di lapangan. Tim gabungan dari sejumlah instansi ini melakukan penilaian dampak, kerusakan infrastruktur dan kebutuhan penanganan warga. 


Istimewa

Di samping itu, pos komando (posko) telah diaktifkan sehingga penanganan banjir dapat lebih optimal, seperti pelayanan kesehatan, penyiapan makanan dan pemenuhan kebutuhan dasar lain kepada warga terdampak. 

 

Kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Asahan antara lain Kecamatan Pulo Bandring, Setia Janji, Sei Dadap, Tinggi Raja, Buntu Pane, Air Joman, Rawang Panca Arga, Air Batu, Simpang Empat, Bandar Pasir Mandoge dan Kota Kisaran Timur. Ketinggian muka air saat banjir awal terjadi berkisar 50 hingga 150 cm.


BPBD setempat melaporkan sebanyak 30 KK masih mengungsi ke tempat yang aman, sedangkan 707 KK atau 1.898 jiwa terdampak di sejumlah kecamatan tersebut.  Banjir merendam 707 unit rumah, 3 unit sarana pendidikan, 3 unit sarana ibadah serta lahan persawahan milik warga. 


Berdasarkan analisis inaRISK, sebagian wilayah Kabupaten Asahan yang berbatasan dengan perairan ini memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. 


Istimewa

Sebanyak 25 kecamatan teridentifikasi berada pada potensi bahaya tersebut. Dilihat pada periode 2010 – 2020, Kabupaten Asahan sering dilanda banjir. BNPB mencatat 31 kejadian banjir selama periode 10 tahun tersebut. 


Sementara itu, pantauan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Provinsi Sumatera Utara masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang pada hari ini hingga esok hari (18/8/2021). 


Sebagian wilayah kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Asahan terpantau berpotensi hujan ringan hingga sedang. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Asahan telah mengimbau warga untuk tetap siaga dan berpindah lokasi aman apabila tinggi muka air terus naik. 


BNPB juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya banjir di beberapa wilayah selain di Kabupaten Asahan. Hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang berpotensi terjadi pada hari ini, Selasa (17/8), antara lain di wilayah Sumatera Barat dan Riau.


Kemudian Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. 




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama