Larangan Terbang di Ukraina, Vladimir Putin: Jika Diberlakukan Berarti Deklarasi Perang

MOSKOW, suarapembaharuan.com - Presiden Rusia Vladimir Putin bereaksi keras atas sanksi yang dikeluarkan Barat terhadap Rusia, termasuk jika memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina.


Vladimir Putin

"Sanksi itu bila diterapkan maka ini mirip dengan deklarasi perang, tapi syukurlah belum sampai ke sana," ungkap Putin di hadapan sekelompok pilot wanita di pusat pelatihan Aeroflot dekat Moskow, Rusia.


Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak ini sebagai dalih tak berdasar untuk invasi yang ia luncurkan pada 24 Februari dan telah memberlakukan berbagai sanksi yang bertujuan untuk mengisolasi Moskow.


Putin memperingatkan bahwa setiap deklarasi pihak ketiga tentang zona larangan terbang di atas Ukraina akan dianggap sebagai 'partisipasi dalam konflik bersenjata'.


"Setiap langkah ke arah ini sebagai intervensi yang akan menimbulkan ancaman bagi kami, sebagai pelayan publik. Saat itu juga, kami akan melihat mereka sebagai peserta konflik militer, dan tidak peduli apa anggota mereka," ungkap Putin sebagaimana dilansir Daily Mail, Sabtu 5 Maret 2022.


Komentarnya muncul saat gencatan senjata untuk mengevakuasi penduduk dari dua kota di Ukraina dengan cepat berantakan.


Dia mengatakan setiap upaya oleh kekuatan lain untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina akan dianggap oleh Rusia sebagai langkah ke dalam konflik militer.


Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendorong NATO untuk memberlakukan zona larangan terbang di negaranya.


"Semua orang yang mati mulai hari ini juga akan mati karena Anda," kata Zelensky.


Seperti diberitakan sebelumnya, NATO telah menolak permintaan Kiev untuk zona larangan terbang, dengan alasan itu akan meningkatkan perang di luar Ukraina.


Putin mengatakan tidak ada wajib militer yang terlibat dalam operasi militer, yang katanya hanya dilakukan oleh tentara profesional.


"Tidak ada satu wajib militer dan kami tidak berencana untuk itu. Tentara kita akan memenuhi semua tugas. Saya tidak meragukan itu sama sekali. Semuanya akan direncanakan," ungkap Putin.


Putin menepis kekhawatiran bahwa semacam darurat militer atau situasi darurat dapat diumumkan di Rusia. Dia mengatakan tindakan seperti itu hanya dikenakan ketika ada ancaman internal atau eksternal yang signifikan.


Kami tidak berencana untuk memperkenalkan rezim khusus apa pun di wilayah Rusia - saat ini tidak perlu," kata Putin. (Berbagai Sumber)


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama