Putin Putus Pasokan Gas ke Uni Eropa, Kekacauan Ekonomi Tak Bisa Dihindari

MOSKOW, suarapembaharuan.com - Presiden Rusia Vladimir Putin ternyata sudah mempertimbangkan efek domino dari sanksi yang akan diberikan NATO, yang dikomandoi oleh Amerika Serikat (AS).


Vladimir Putin

Tidak mau kehilangan akal, Putin sudah menyiapkan strategi dengan memulai 'serangan' baru untuk memberikan pelajaran terhadap negara - negara yang menjalin permusuhan dengan Rusia. 


Putin membalas sanksi yang dilakukan Barat dan Uni Eropa dengan cara memotong pipa gas utama. Dampaknya sangat besar, mengakibatkan Uni Eropa mengalami kekacauan karena harganya melonjak.


Seperti diketahui, energi sumber daya mineral selama ini memang dikuasai perusahaan raksasa energi milik negara Rusia, Gazprom.


Lantaran kesal, atas sanksi yang dilakukan Uni Eropa terkait invasi Rusia ke Ukraina, Putin membalasnya dengan cara menghentikan transit gas melalui pipa Yamal-Eropa pada hari Jumat.


Itu terjadi setelah Gazprom memulai kembali pengiriman pasokan gas alam melalui pipa Yamal-Eropa ke Jerman dari Polandia pada hari Kamis.


Terlebih baru-baru ini mereka telah memesan 7,8 juta kilowatt-jam per jam kapasitas transit gas melalui pipa untuk Jumat pagi hingga Sabtu kemarin.


Sekadar informasi sebagaimana dilansir Express Uk, Senin 7 Maret 2022, sejak Desember, Rusia telah mengirimkan aliran gas Yamal-Eropa secara terbalik ke timur.


Langkah tersebut membuat harga meroket, melampaui rekor Oktober yang juga berasal dari tekanan gas.


Tapi Gazprom setuju untuk melanjutkan transit gas dari Polandia ke Jerman melalui pipa setelah permintaan melonjak. Harga gas alam Eropa meroket lagi ke rekor tertinggi di atas €200 (£165) per megawatt-jam.


Tapi sekarang, tampaknya gas Jerman telah dipangkas lagi. Pipa antara Polandia dan Jerman biasanya bertanggung jawab atas sekitar 15 persen pengiriman Rusia ke Eropa.


Rusia memasok 40 persen gas alam Eropa, menjadikan pipa Yamal sebagai rute utama pasokannya untuk mencapai benua itu.


Putin masih berkomitmen untuk memasok gas ke seluruh dunia meskipun ada sanksi keras yang diterapkan Moskow atas serangan brutalnya terhadap Ukraina.


Tetapi UE sekarang sedang mencari cara untuk mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia sehingga dapat melepaskan ikatannya yang tersisa dengan Putin.


Menurut dokumen bocor yang dilihat oleh EURACTIV, Komisi Eropa sedang menyusun strategi energi baru.


Itu terjadi ketika penyimpanan gas UE telah mencapai "tingkat terendah secara historis", dengan kekhawatiran melonjak atas "debit rendah di pipa gas dari Timur".


“Kami menyaksikan krisis gas yang berkembang. UE tetap sangat bergantung pada impor energi untuk pembangkit listrik dan pemanas," bunyi laporan itu.


Namun saat ini, ada laporan kekurangan cadangan gas di fasilitas penyimpanan di Eropa, membuat blok tersebut bergantung pada impor Rusia.


Dokumen UE yang bocor dari Brussel menunjukkan bahwa rata-rata stok di UE secara keseluruhan harus disimpan setidaknya 80 persen sebagai tingkat penyimpanan minimum.


Blok tersebut telah mempersiapkan pasokan yang lebih rendah bulan lalu karena kekhawatiran Putin akan memotong gas blok tersebut saat menginvasi Ukraina.


Kekhawatiran Putin akan membalas sanksi keras dengan memotong gas telah melonjak. Dan sepertiga dari impor gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina.


Kadri Simson, Komisaris Energi UE, mengatakan bulan lalu, penting bahwa semua negara anggota bekerja pada kesiapan dan meninjau rencana darurat untuk memastikan mereka sesuai dengan tujuan.


"Komisi sedang melakukan penilaian situasi di tingkat Eropa dalam hubungan dengan negara-negara anggota.


"Kami berpikir bahwa stok gas yang tersedia di UE dan jaringan terminal LNG kami yang baik akan melindungi kami dari masalah keamanan pasokan utama." 


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama