Musa Rajekshah Minta Kanim Kelas I Medan Masifkan Sosialisasi M-Paspor

MEDAN, suarapembaharuan.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengapresiasi inovasi terbaru Direktorat Jenderal Imigrasi, yakni Mobile-Paspor (M-Paspor). Ia pun meminta Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Medan Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto untuk terus memasifkan sosialisasi M- Paspor kepada masyarakat.


Ist

"Kehadiran M-Paspor ini sangat baik, inovasi ini memudahkan masyarakat dalam pelayanan paspor dan keimigrasian. Apalagi saat ini pintu kedatangan internasional Indonesia dan penerbangan internasional juga mulai kembali dibuka. Haji, umroh sudah berjalan lagi," ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah saat menerima kunjungan Kanim Kelas I Medan Yohannes Fanny Satria Cahya Aprianto ke Rumah Dinas  Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (30/5/2022).

 

Kehadiran Yohannes didampingi jajarannya Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Aditya Perdana, Kasubag Kepegawaian Imigrasi Elfaiz Lubis.

 

Mulai bergeliatnya perjalanan internasional, lanjut Ijeck, saat yang tepat untuk memasifkan inovasi M-Paspor kepada masyarakat. Ijeck pun mengaku siap membantu sosialisasi agar dilakukan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Provinsi Sumut, khususnya saat mendatangkan kepala daerah atau perwakilan dari kabupaten/kota.

 

"Nanti kalau ada acara seperti Musrenbang yang menghadirkan kepala daerah, bisa sekaligus aplikasi ini disosialisasikan, nanti bisa dibicarakan seperti apa kerjasamanya lagi," ujarnya.

 

Sementara itu, Yohannes mengaku pihaknya diberi amanah oleh Kementerian Hukum dan HAM untuk membantu menyukseskan program kepala daerah di wilayah kerja masing-masing. 


"Saya masih baru sebulan di sini, dan kedatangan ini untuk perkenalan dan kami juga diberi amanah untuk membantu program kepala daerah, apa yang sekira bisa kami bantu atau fasilitasi berkaitan dengan tugas dan fungsi imigrasi ke depan, kami siap support," ujarnya.

 

Sementara untuk aplikasi M-Paspor, pihaknya saat ini masih terus melakukan sosialisasi baik itu dengan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta hingga sosialisasi langsung ke jalan, seperti Lapangan Merdeka dan lainnya. 


"Sosialisasi di sosial media kami juga terus berjalan dan kami turun langsung ke beberapa tempat umum. Aplikasi ini dibuat agar pelayanan paspor lebih transparan, akuntabel dan cepat," katanya.

 

Pendaftaran permohonan dilakukan secara online dan nantinya verifikasi faktual berupa pengecekan data dan berkas tetap wajib dilakukan petugas imigrasi melalui wawancara. 


"Jadi nanti datang cuma untuk foto, sidik jari dan wawancara. Aplikasi ini dibuat untuk memecah antrian di kantor, membayarnya pun juga sudah online," katanya.

 

Diakuinya, setelah penerbangan internasional dibuka, aktivitas warga ke luar negeri mulai meningkat, khususnya ke Penang. "Cukup padat, penerbangan ke Malaysia dan paling banyak terpantau ke Penang," ujarnya.


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama