Direksi PUD Pasar Gandeng Pedagang Dongkrak Perekonomian

MEDAN, suarapembaharuan.com - Diskusi antara jajaran direksi PUD Pasar Medan dengan sejumlah tokoh pedagang dan APPSINDO Medan di Pusat Pasar, Jumat (1/7/2022) berlangsung hangat. Diskusi ini merupakan bagian kolaborasi untuk dapat membenahi Pasar Pusat Pasar sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.


Ist

Diskusi ini dihadiri Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, S.E, didampingi Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, Kacab I Agus Syahputra, Kepala Pasar Pusat Pasar Khairul Azhar Daulay dan Kabag Penertiban, Perawatan dan Kebersihan Salman Teguh. 


Sementara tokoh pedagang yang hadir antara lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia H. Masrizal Manday, SE, Ketua Badan Kenaziran Masjid Raya Pusat Pasar H. Anif, para tokoh pedagang H. Agusmar Pili, H. Erwin Piliang, Guntur Limbong, H. Zoel Ridho,  Hj. Lindawati, Ucok Nasution, Riza Wahyudi, Haris Farlan dan Novrizal Pili. 


Dalam pertemuan tersebut salah satu yang dibicarakan mengenai surat edaran PUD Pasar kota medan terkait pemeliharaan (maintanance) yang sedang berjalan. Program ini mendapat ketidaksetujuan di sebagaian pedagang. Ketidaksetujuan tak lain lantaran nilai pembayaran Rp2 ribu/hari.


Menyikapi ini, Ketua Appsindo Medan H. Masrizal Manday, S.E, mengungkapkan bahwa pelaksanaan maintanance ini memang sudah harus dijalankan. Karena seperti yang diketahui, bahwa PUD Pasar Kota Medan tidak mendapatkan APBD Kota Medan. "Dalam hal ini para pedagang sepakat untuk berkolaborasi dengan PUD Pasar Kota Medan untuk mendukung sepenuhnya pihak ketiga yang menangani maintanance," ujar Masrizal.


Pada dasarnya, kata Masrizal, pedagang setuju dengan program ini. Menurutnya justru dari pedagang menginisiasi agar dapat berkolaborasi menyelesaikan permasalahan perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana di Pusat Pasar ini.


"Hari ini kami pedagang tentu menginginkan Pasar Pusat Pasar ini dapat menjadi lebih baik lagi. Artinya dari pedagang untuk pedagang. Karena pasar ini adalah rumah besar kami para pedagang," kata Masrizal. 


Sambung dikatakan Masrizal, pro dan kontra itu tentu biasa. Karena mungkin para pedagang belum memahami kondisi kondisi yang ada sehingga timbul penolakan. "Namun secara bertahap hal ini nantinya dapat di terima para pedagang pasar di Pusat Pasar," ungkal Masrizal Manday. 


Sementara Ketua BKM Masjid Raya Pusat Pasar H. Anif selaku mendorong agar program yang dilaksanakan oleh PUD Pasar Kota Medan ini hendaknya harus lebih transparan dan melakukan pengerjaan perbaikan yang penting. Karena banyak pedagang yang bertanya kepadanya tentang nilai yang harus dikeluarkan pedagang. 


"Bagian rencana perbaikan harus disosialisasikan kepada pedagang, supay tidak menimbulkan perspektif yang negatif," sebutnya.


Guntur Limbong selaku tokoh pedagang juga meminta agar pedagang ataupun tokoh organisasi yang ada di Pusat Pasar ini dilibatkan dalam tim maintanance. Dengan begitu dapat juga memberikan advokasi kepada pedagang yang ada. "Jadi tokoh pedagang yang lain wajib disosialisasikan terkait maintanance ini," tambahnya.


H. Agusmar Pili mewakili tokoh pedagang berharap agar kegiatan maintanance ini bisa membuat Pusat Pasar ini semakin hidup. Sehingga dapat bersaing dengan pasar moderen yang ada di seputaran Pusat Pasar dan menggeliatkan kembali keberadaan Pasar Pusat Pasar sebagai perkulakan terbesar di Kota Medan dan menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat kecil dan menengah di Kota Medan. 


Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, SE sangat berterima kasih atas masukan dan saran dari tokoh pedagang maupun tokoh organisasi di Pusat Pasar Medan. Meski diskusi berlangsung secara santai, tetapi hasil dari diskusi ini diharap mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat pedagang di Pusat Pasar.


"Kami dari PUD Pasar Kota Medan sangat berterima kasih atas segala upaya para pedagang untuk dapat membantu dan berkolaborasi mendukung percepatan perbaikan sarana dan prasarana di pasar-pasar," termasuk Pusat Pasar Medan," urai Dirut.

 

Dirut menambahkan tanpa adanya kolaborasi dan bantuan dari pedagang, gerak cepat pembangunan-pembangunan pasar di Kota Medan akan berat dapat terlaksana dengan baik.


"Secara perlahan PUD Pasar Kota Medan tetap berkomitmen memberikan yang terbaik bagi pedagang serta mendukung penuh gerak cepat program Wali Kota Medan terkait pasar-pasar di Kota Medan," sebut Dirut. 


Lanjut dikatakan Dirut, pedagang adalah aset utama dari PUD Passr Kota Medan selaku pengelola pasar yang diamanahkan oleh Pemko Medan. Oleh karena itu PUD Pasar akan terus bekerja keras agar gerak cepat pembangunan pasar-pasar tradisional di Kota Medan dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat. 


Kedepannya, ditambahkan Dirut, PUD Pasar akan lebih rutin mengundang para tokoh pedagang dan organisasi pasar untuk berdiskusi. Tujuannya agar bersama-sama menciptakan sebuah kolaborasi yang nantinya dapat dinikmati pedagang maupun konsumen yang melakukan aktivitas jual beli di pasar yang ada. 


"Diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa lebih baik kedepannya yang sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota Medan," pungkas Dirut. 


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama