KAI dan DJKA Kemenhub Tata Perlintasan Sebidang Pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

JAKARTA, suarapembaharuan.com - KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan melakukan percepatan penataan perlintasan sebidang demi keselamatan bersama pengguna kereta api dan pengguna jalan.


Petugas menutup permanen perlintasan sebidang pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. (Ist)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kemenhub telah melakukan penutupan sebanyak 29 titik serta penyempitan lima titik perlintasan pada periode 27 April hingga 9 Mei 2026.


Penataan perlintasan sebidang dilaksanakan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto.


Saat ini, terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. 


Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 172 perlintasan diarahkan untuk penutupan karena kondisi jalan yang terbatas, sementara 1.638 perlintasan lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.


“Perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di jalan raya. Karena itu, setiap titik yang dinilai membahayakan perlu segera ditata agar risiko kecelakaan dapat ditekan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya Minggu (10/5/2026).


Saat perlintasan yang berbahaya telah ditutup, kata dia, KAI mengajak masyarakat untuk tidak membukanya kembali dan tidak membuat perlintasan baru.


Anne menambahkan pembuatan perlintasan liar tanpa izin melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat. 


Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: 94 Tahun 2018, pembangunan perlintasan wajib melalui izin pemerintah serta memenuhi persyaratan teknis keselamatan.


“Setiap pengendara juga wajib berhenti sejenak serta tengok kanan dan kiri sebelum melintas di perlintasan sebidang, baik saat palang perlintasan terbuka maupun tertutup,” pungkasnya. (MAN)


Kategori : News


Editor      : ARS

4 Komentar

  1. Call center Agoda reschedule Anda dapat menghubungi layanan pelanggan melalui nomor WhatsApp +6281368645848 Atau 081374266282 nomor telepon resmi ...

    BalasHapus
  2. Cara melakukan Rescendule Dan Refund Tiket Agoda Hubungi 0813 6864 5848 atau WhatsApp 0813-6864-5848 Call Center Agoda Indonesia. Pusat Bantuan

    BalasHapus
  3. Cara Reschedule Hotel di Agoda untuk Ganti Tanggal Menginap Hubungi Whatsapp di nomor 0813-68645848 hubungi 081374266282

    BalasHapus
  4. Cara Melakukan Pengajuan Reschedule Agoda Indonesia, Bantuan Pelanggan Agoda 24 jam Hubungi WhatsApp 081368645848 Untuk Refund dan reschedule

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama