BEKASI, suarapembaharuan.com – Komisi V DPR RI mendorong percepatan pembangunan jembatan layang di perlintasan sebidang Bulak Kapal Bekasi Timur, Kota Bekasi.
![]() |
| Kunjungan Komisi V DPR ke Stasiun Bekasi Timur dan meninjau lokasi perlintasan sebidang di Bekasi Timur yang akan dibangun jembatan layang, kemarin. (Ist) |
Rencana pembangunan jembatan layang di Bulak Kapal mulai diwacanakan usai terjadi kecelakaan tragis kereta rel listrik (KRL) dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, beberapa waktu lalu.
Presiden Prabowo Subianto yang menjenguk korban luka di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, mengatakan akan memberikan bantuan presiden (Banpres) untuk membangun jembatan layang.
“Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik perhatian Komisi V DPR terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya,” kata Plh Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (23/6/2026).
Dia menambahkan, dukungan pemerintah pusat dinilai sangat penting mempercepat realisasi pembangunan jembatan layang di perlintasan sebidang rel kereta api.
Kunjungan Komisi V DPR ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bekasi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan ‘flyover’ di Bulak Kapal dinilai penting untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya.
Komisi V DPR dipimpin Wakil Ketua Komisi V Syaiful Huda bersama Yasti Soerjo Mokoagow, Zigo Rolanda, Ade Ginanjar, Hamka B. Kady, Sriyanto Saputro, Yuliansyah, Mori Hanafi serta Sudjatmiko.
Sementara itu, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab kecelakaan KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Berdasarkan investigasi sementara KNKT, faktor penyebab kecelakaan karena gangguan sinyal dan komunikasi pengendali petugas perjalanan dengan masinis.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan sinyal bantu terdistraksi (terjadi pengalihan perhatian) dengan lampu-lampu sekitar jalur kereta.
Menurutnya, seandainya masinis Kereta Argo Bromo Anggrek dapat melihat sinyal bantu dengan jelas, besar kemungkinan kecelakaan tersebut dapat terhindarkan.
Selain itu, KNKT juga menuturkan adanya jeda komunikasi antara pengendali petugas perjalanan kereta dengan masinis. Akibatnya, informasi penting yang disampaikan tidak langsung diterima masinis maupun asisten masinis Argo Bromo Anggrek.
Diketahui, kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek didahului kejadian tertempernya taksi listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Lalu, di jalur yang berbeda, KRL tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur karena adanya kerumunan masyarakat yang melihat kecelakaan taksi listrik yang tertemper oleh KRL tujuan Jakarta Kota. Tak lama berselang, periode 3 menit 43 detik, KRL ditabrak Kereta Argo Bromo Anggrek dari belakang. Saat ini, penyidik Polri telah menetapkan sopir taksi listrik sebagai tersangka. (MAN)
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar